Keharmonisan Kakak – Adik


Keharmonisan keluarga merupakan sarana pembentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh sebab itu keluarga yang memiliki latar belakang yang baik akan mampu membimbing dan mengarahkan anaknya kearah yang mereka cita-citakan. Demikian pula sebaliknya keluarga yang tidak baik atau tidak harmonis akan sulit untuk membimbing anak mereka menjadi yang terbaik bagi masa depannya. Ciri-cirinya : sesama anggota keluarga terdapat hubungan yang nyata, teratur dan baik, terutama sekali hubungan antara anak—orang tua
Adik – Kakak adalah hubungan yang solid. Ketika adik melenyapkan kakak, itu maknanya dia melenyapkan diri sendiri. Adik bisa disebut adik manakala ada kakak, dan kakak bisa menyebut dirinya kakak manakala disampingnya ada adik. Adik kakak saling mengisi, saling melengkapi.
Peran anak (kakak adik) dalam keharmonisan keluarga
1. Memahami tentang kewajiban terikat dengan syariah (termasuk tentang adab dan akhlak kepada saudara) sejak dini.
2. Mengikuti teladan terbaik dari orangtua.
3. Bersikaplah adil dan jangan pilih kasih terhadap kakak/adik.
4. mengurangi kepentingan ego sendiri agar tidak terjadi ’perang saudara’. Melainkan saling membantu.
5. Kakak adik saling mengingatkan terhadap masing siapa saja yang salah, dan yang diingatkan harus menerima dengan hati lapang.
6. saling mendoakan seluruh anggota keluarga.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ
Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda (HR Imam Ahmad dan ath-Thabrani).
Menciptakan keharmonisan dalam keluarga
1. Ciptakan tujan yang sama dalam keluarga
2. Dahulukan kepentingan keluarga yang positif
3. Berikan waktu untuk keluarga
4. Ingat kebahagiaan itu menular
5. Jangan bawa pulang masalah dari luar
6. Saling mendoakan
Keharmonisan di dalam rumah tentu menjadi impian semua orang. Dengan keharmonisan, apa yang diimpikan yaitu menjadikan rumah sebagai surga (baytii jannatii) akan terwujud. Atau dengan kata lain, maqashid syariah dari sebuah kehidupan berkeluarga yaitu terciptanya suasana sakinah mawaddah wa rahmah akan tercapai (QS. Ar-Ruum : 21) . Keharmonisan bukan hanya milik suami dan istri, melainkan untuk semua anggota keluarga; antara orang tua dan anak, juga antara saudara sekandung; kakak dan adik.
Boleh dikata, tidak ada satu pun keluarga yang tidak pernah mengalami konflik. Termasuk antara kakak dan adik di dalam rumah. Tidak sedikit kita saksikan fakta di sekeliling, kakak dan adik yang tidak akur, bertengkar, saling mencela, bahkan mungkin saling menyakiti.
Banyak keuntungan memiliki keluarga yang besar. Seorang anak yang punya kakak dan adik pastinya nggak pernah kekurangan teman bermain. Anak yang lebih tua bisa membantu menjaga yang lebih kecil, mengajarkan hal berharga dalam bentuk tanggung jawab. Yang lebih muda biasanya mengidolakan sang kakak, mengikuti apapun yang dilakukan sang kakak dan ingin menjadi seperti mereka. Anak yang lebih tua bisa berperan menjadi pemimpin di antara adik-adiknya, seperti mengajarkan olahraga atau membantu membuat PR dan tugas sekolah.
Persaingan di antara saudara pun umum terjadi, apalagi jika umurnya berdekatan. Kompetisi menjadi hal yang natural dan seringkali secara nggak sadar diamini oleh orangtua. Kompetisi ini nggak jarang malah membangun jarak. Sering kali, si Adik merasa dipaksa untuk mengikuti sang Kakak, dan ini bisa terjadi di rumah, di sekolah, tempat les, atau dalam keluarga. Rasa terpaksa dan suruhan orangtua soal mencontoh Kakak bisa membuat hubungan antara mereka jadi renggang.
Teman datang dan pergi dalam hidup kita, tapi kakak-adik selamanya akan menjadi saudara kita. Mereka bisa menjadi tim pendukung di saat kita butuh dukungan. Saat orangtua memasuki usia lanjut, hanya kakak-adik yang bisa mengerti dan berempati dalam berganti peran mengurus orangtua. When a parent dies, saudara bisa jadi tempat bersandar dan saling support di saat kita sedih dan kehilangan.
Hubungan dengan kakak-adik mengajarkan kita untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Ini adalah hubungan pertama yang kita miliki, di luar hubungan dengan orangtua, dan merupakan hubungan yang sangat penting. Kita belajar untuk mengatasi konflik, menjalin kedekatan, dan mempercayakan rahasia satu sama lain.
Di dalam keluarga yang memiliki banyak anak, beberapa kakak-adik bisa menjalin ikatan yang lebih kuat lebih dari yang lain, and this is natural. Ikatan ini bisa berubah seiring waktu, karena hidup pun berubah. Dua kakak-beradik yang banyak kesamaan saat kecil, bisa jadi di saat dewasa mengalami hal yang sebaliknya. Still, tetap ada ikatan keluarga yang nggak akan bisa hilang. Tidak ada seorang pun yang bisa mengerti diri kita seperti kakak-adik kita. Nobody can share your childhood memories seperti kakak-adik kita, dan nggak ada yang bisa mengerti kenapa kita bisa seperti sekarang semengerti kakak-adik kita.
Saat beranjak dewasa, tetap penting untuk menjaga hubungan dekat dengan saudara. Seringkali, hubungan ini menghilang dan biasanya terjalin kembali di umur yang lebih tua. Kita sibuk membangun karir dan membesarkan keluarga sendiri sehingga kehilangan kontak dengan kakak-adik. Kita akan merasakan keinginan untuk menemukan hal yang telah hilang, yaitu kedekatan dengan kakak-adik. Siblings remind us of who we are, where we’ve been, and where we might go one day.

Sumber :
Majalah Alwa’i Edisi 1-30 juli 2009

http://www.fimela.com/read/2011/10/21/pentingnya-jaga-hubungan-dengan-kakak-adik

http://yulikadegempurosumaly.blogspot.com/2009/07/membangun-keharmonisan-antara-kakak-dan.html

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s