TETAP BERBAKTI WALAU ORANGTUA TIADA

Melaksanakan janji dan wasiat orangtua
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa I dari syuraid bin Suwaid ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu.
Ibiku mewasiatkan kepadaku agar aku memerdekakan budak Muslim atas namanya. Aku pun datang menghadap Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam dan berkata, “ wahai Rasulullah, ibuku mewasiatkan kepadaku agar aku memerdekakan budak Muslim atas namanya. Aku memiliki seorang budak wanita kecil berkulit hitam. Bolehkah aku membebaskannya? “ Rasulullah Shallahu alaihi wa salam bersabda, “Panggillah budakmu itu!” Aku pun memanggilnya sampai dia datang. Rasulullah Shallahu alaihi wa salam bertanya kepadanya, “ Siapa Tuhanmu.?” Dia menjawab, “Allah.” Beliau bersabda, Merdekakanlah dia, karena dia beriman.”
Diriwatkan oleh Abu Dawud dari Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi radhiyallahu’anhu
Ketika kami duduk bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam , datanglah seseorang dari kabilah Bani Salamah dan bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah ada bakti yang tersisa untuk kedua orangtuaku yang dapat aku lakukan setelah mereka meninggal?’’ Beliau menjawab, “Ya! Mendoakan mereka, menunaikan janji mereka, menyambung tali silaturahmi yang pernah mereka lakukan, dan memuliakan teman mereka.

Berdoa dan Memohon Ampun untuk Orangtua
Diriwatkan oleh Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad dari Muhammad bin Sirin:
Kami sedang bersama Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Dia berdoa, “ Ya Allah, ampunilah Abu Hurairah, ibunya dan orang yang memohon ampunan untuk mereka berdua agar kami termasuk dalam doa Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Menyambung Tali Silaturahmi dan Berbuat Baik kepada Sahabat Orangtua
Diriwatkan oleh Muslim dari Ibnu Umar radhiyatullah ‘anhuma, apabila dia pergi ke kota mekah, dia mengendarai keledai kalau dia bosan menunggang kuda. Dia juga memakai sorban yang melingkar di kepalanya. Pada suatu hari dia mengendarai keledai itu ketika melewati seorang A’rabi. Orang itu bertanya, “ Engkau putra si fulan?” Ibnu umar menjawab, “ Benar Ibnu Umar memberikan keledainya kepada orang itu dan berkata kepadanya, “ Semoga Allah mengampuni. Engkau baru saja memberikan keledai yang biasa engkau kendarai dan sorban yang biasa engkau pakai di kepalamu kepada orang itu!” Ibnu Umar menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallahu alaihi wa salam.

Bersedekah Atas Nama Orangtua
Diriwatkan oleh Bukhari, Muslim, an-Nasa I dan Abu Dawud dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa salam, “ Ibuku meniggal dunia. Apakah akan bermanfaat baginya apabila aku bersedekah atas namanya ?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Aku memiliki sebidang kebun. Aku mempersaksikan bahwa aku menyedekahkannya atas nama ibuku.”

Melaksanakan Ibadah Haji untuk Orangtua
Diriwatkan oleh al-Bazzar, ath Thbrani dalam kitab al-Mu’jam al-Ausath dan al-Mu’jam al-Kabir dengan sanad hasan. Hal ini diungkapkan oleh al-Haitsami dalam kitab Majma’uz Zawa id.
Seseorang bertanya, “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya bapakku meninggal dunia. Dia seorang yang sudah tua dan tidak sanggup melaksanakan ibadah haji. “ Beliau bersabda, “ Berhajilah atas nama bapakmu.”

Diriwatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya (4/343) dengan sanad sahih.
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “ Apabila seseorang melaksanakan ibadah haji atas nama kedua orang tuanya, maka Allah akan menerima darinya dan dari mereka berdua. Arwah mereka akan gembira di langit, dan di sisi Allah dia akan dicatat sebagai orang yang berbakti.”

Bersegera Beramal Saleh untuk Membangkitkan Almarhum
Diriwatkan oleh Imam Ibnu Mubarak dengan sanadnya dari Abu Darda: “Sesungguhnya amalan kalian akan diperlihatkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia di antara kalian. Maka, reaksi mereka adalah gembira dan sedih.”Ya, Allah aku berlindung kepada-Mu dari mengerjakan amalan yang membuatku malu di hadapan pamanku, Abdullah bin Rawahah.”
Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda:
“Amalan dilaporkan kepada Allah subhanahu wa Ta’ala pada setiap hari senin dan kamis. Kemudian diperlihatkan kepada para Nabi dan para orang tua setiap hari jum’at, sehingga mereka gembira dengan amal saleh yang dilakukan. Wajah mereka bertambah putih bercahaya dan berseri-seri. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah. Janaganlah kalian menyakiti orang-orang yang sudah meninggal dunia di antara kalian.

Berziarah ke Makam Orangtu
Diriwatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
Nabi shallallahu alihi wa salam berziarah ke makam ibunda beliau. Beliau menangis dan membuat para hadirin di sekitar beliau juga menangis. Beliau bersabda,” Aku minta ijin kepada Rabb-ku untuk memohon ampun baginya, namun aku tidak di ijinkan. Kemudian aku meminta izin kepada-Nya untuk berziarah ke makamnya dan aku diizinkan. Berziarah ke makam, sebab itu dapat mengingatkan akan kematian.”
Dari Ibnu Buraidah, dari bapaknya dan berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan bagi Muhammad untuk berziarah ke makam ibunya. Berziarahlah ke makam, sebab itu dapat mengingatkan akan akhirat.
Menjaga Nama Baik Orangtua
Abdurraman bin Samurah berkata:
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersbda, “Barang siapa yang menunaikan sumpah kedua orangtua, melunasi utang mereka, dan tidak menyebabkan mereka dicaci-maki, maka dia dicatat sebagai orang yang berbakti, walaupun dalam masa hidup orangtuanya dia durhaka. Dan barang siapa yang tidak menunaikan sumpah kedua orangtuanya, tidak melunasi utang mereka, dan menyebabkan mereka dicaci-maki, maka dia dicatat sebagai orang durhaka, Waupun dalam masa hidup orangtuanya dia berbakti.
Berpuasa atas Nama Orangtua
Dari Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya berkata: “Seorang wanita datang menghadap Nabi Shallallahu alaihi wa salam dan berkata, “ Sesungguhnya ibuku memiliki utang puasa dua bulan.” Beliau bersbda,”Berpuasalah atas nama ibumu.” Dia berkata lagi, “Sesungguhnya ibuku belum menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda, “Kerjakanlah ibadah haji atas namanya.” Dia berkata lag, “Aku pernah menyedekahkan budak wanita kepadanya.” Beliau bersabda, “Allah telah memberimu pahala karenanya, dan sekarang mengembalikannya kepadamu sebagai warisan.
Referensi :
Nur Muhammad.2010.Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak.Yogyakarta.Pro – U Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s