Menghilangkan Kemalasan Membaca

Angket Skala Membaca
Menghilangkan Kemalasan Membaca
1. Identifikasi penyebab malas membaca.
Dikarenakan karena factor intrinsic (dalam diri orang) atau ekstrinsik (luar), mungkin juga karena keduanya. Factor intrinsic misalnya kemauan untuk membaca tidak ada karena memang tidak minat dan tidak mengetahui manfaat membaca. Maka carilah tau apa manfaat membaca. Factor eksternal misalnya adalah lingkungan yang selalu tidak kondusif untuk membaca. Maka carilah tempat yang lebih kondusif dan efektif untuk membaca.
2. Menyesuaikan suasana yang tepat
Coba perhatikan, ketika anda nyaman membaca pada saat seperti apa. Mungkin anda nyaman membaca sambil mendengarkan music, membaca sambil diskusi, membaca sambil nonton tv, dll.
3. Selalu membawa buku yang sedang disukai, jadi ketika anda ingin membacanya bisa langsung membaca.
4. Belajarlah dari para tokoh-tokoh dunia yang menjadikan membaca adalah makanan bagi otak. Lalu jadikan semangat membaca itu sebagai motivasi diri untuk sukses. Karena kesuksesan berawal dari membaca.
5. Selalu lawan kebosanan ketika sedang membaca.
Membaca merupakan salah satu makanan terbaik untuk pikiran kita. Melalui buku kita dapat menambah pengetahuan tentang suatu bidang ilmu.
Melalui buku kita bisa menjelajahi dunia, termasuk tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Melalui buku kita bahkan bisa ‘mengenal’ orang-orang ternama, walaupun kita mungkin belum pernah berjumpa sebelumnya, dan belajar dari pengalaman hidup mereka. Melalui buku kita juga bisa mengetahui banyak hal yang sebelumnya menjadi ‘rahasia’. Dan melalui buku kita bisa lebih mengerti hidup ini.
Gim Hok mengungkapkan bahwa membaca juga menaikkan kualitas hidup kita ke tingkat lebih tinggi. Membaca menyebabkan terjadinya perubahan cara berpikir, yang tentunya diikuti dengan perubahan kualitas hidup, baik segi fisik, keuangan, karir, mental, sosial, dan bahkan spiritual.
Ada sebuah fakta menarik tentang para pemimpin besar. Mereka semuanya memiliki kesamaan dalam satu hal: kebiasaan membaca secara teratur. Benjamin Franklin, Soekarno, Gandhi, Bill Gates, Barack Obama, Oprah Winfrey, dan Susilo Bambang Yudhoyono merupakan segelintir contoh para pemimpin yang meluangkan waktu di antara kesibukan sehari-hari untuk memberi makanan bagi pikirannya melalui buku-buku bagus. Dan konon katanya Bill Clinton membaca lebih kurang 300 buku selama kuliah hukum di University College, Oxford.
Semakin banyak buku yang kita baca, maka tingkat sensitifitas kita terhadap permasalahan dalam penelitian akan lebih tajam.
Dengan banyak referensi, tentunya diotak kita harusnya kaya dengan metode, teknik dan referensi lain dalam menyelesaikan masalah dalam penelitian sehingga kita lebih kreatif dalam menggunakan, menggabungkan, memodifikasi, mengananalisa metode yang kita gunakan.
Melawan kebosanan ketika membaca
1. Membasuh muka kantuk menyerang.
2. Mengubah posisi duduk ketika membaca.
3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain.
4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran.
5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah.
6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai
7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.
8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.
9. Membaca doa agar terhindar dari kemalasan.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, kelemahan dan kemalasan, sifat bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang lain.” (HR. Bukhari)
Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut:
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangakan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir. Meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

Referensi :
http://mrdaniels.wordpress.com/2008/12/01/mengapa-kita-harus-membaca/
http://radenbeletz.com/cara-agar-tidak-malas.html
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/tips-menghilangkan-malas.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s